Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Agustus 2010

Puisi "Unknown Title"

Awan putih pun menghitam

Bintang pun tak lagi tampak akan sinarnya

Karna langit pun tak lagi bersahabat

Yang kini menjauh tinggalkan keindahannya

Nyanyian ini pembuka luka

Meski tertawa, gundah khan tetap ada

Hadirkan cermin dalam kehidupan


Cermin –cermin hati meretak

Pecahan-pecahannya menghujam lukai jiwa

Tanpa rasa dan tanpa dera

Tinggalkan cerita yang tak pernah ada

Melampaui waktu , di sela siksa

Menyakit meski tanpa serpihan luka

Tak lagi bisa gerak walau terpaksa


Luka ini tak lagi bersahabat

Tetap ada walau telah menghilang

Menghitam tanpa terlihat

Tersudut di dalam kerapuhan

Membiarkan hati tuk membilang

Tiada detik yang khan datang

Menangis dalam hati yang tak terluka


Terdiam tuk sejenak pikirkan luka

Karna semua tak lagi akan membekas

Puisi

SEBUAH KERINDUAN


jam terus mencuri detik nafasku

tak ada panggilan mengusir kegelapan

laut menghitam

pandai sekali kau mencuri warna jiwaku

menggiringku ke laut yang penuh bangkai bunga

ku pinjamkan nafas malam untuk membungkam

yang melukai kedua mataku

darah hitam tak menjelaskan perjalanan musim


tarian luka itu

serahkan pada gelap


inikah yang mampu kau tawarkan

dari tumpukan masalah yang menjajah otak

cairan itu membungkam mulut

seperti lukisan-lukisan kecil yang melukai dinding batu.

matahari jadi penuh lengkung

mengupas perjalanan yang ku pinjamkan

kadang permainan ini tak menemukan arah.

puisi

CINTA YANG TERBUANG



Sakit bukan karena luka

Benci bukan karena dendam

Rindu bukan karena sayang

Suka bukan karena cinta



Merahnya darah tak buktikan semua

Gelapnya malam tak sehitam hatiku

Putihnya kapas tak seputih cintaku

Luka-luka tak sesakit perasaanku

Ketika benci dan cinta pun menetap dihatiku..

Tak mungkin ku bersihkan tanpa bekas

Noda yang telah kau buat..

Takkan sanggup aku hilangkan..



Kubiarkan diriku kan terluka

Terluka karena cintamu yang suci

Karena diriku tak pantas tuk miliki cintamu

Karena diriku tak pantas kau cintai

Karena diriku tak pantas menerima cintamu



Siapakah diriku……….

Hingga kau percaya diriku memang pantas kau pilih


Siapakah aku…..

Diriku hanyalah mamusia yang terbuang karena cinta…

Senin, 21 Januari 2008

Ku Coba

Ku coba benahi hidup dengan cinta.
Hidup yang pernah hancur oleh cinta.
Tapi tak pernah ku jera tuk mencinta.
Walau kadang hati sakit karena cinta.

Kucoba lari dari kenyataan hidup.
Lari dari semua beban hati.
Karna tak sanggup lagi ku pikul sendiri.
Dalam kegelapan hari yang tak pernah terjawab.

Walau kadang rindu mendera hati.
Tapi selalu ku coba tuk bertahan.
Biarpun orang kan terus mencela.
Tapi ku yakin bahwa bila aku bisa.

Merenungi setiap kesalahan yang terjadi.
Biarpun betapa sulitnya buktikan semua itu.
Tapi karna ku coba sekeras hati.
Takkan ada yang bisa menghalangiku.

Ku coba tuk mengerti arti cinta.
Dan ku coba tuk merasakan rasanya di cintai.
Tapi… Tetap aku tak bisa lakukan semua.
Karna hatiku telah membeku tuk selamanya.

English poem

Longing

Clocks continue to steal my breath second.
There is no call dissipate darkness.
Black sea.
You have stolen my heart colour.
Dribbling me to sea which is the full of flower carcass
I am loaned night breath to keep quiet.
This hurt both my eye.
Black blood do not explain journey of season.

That hurt dance.
Delivering at dark.

This you capable to offer.
From problem heap colonizing brain.
That dilution kept quiet of mouth.
Like small paintings that hurt wall stone.
Sun becomes the full of curve.
Paring journey that me loan.
Sometime this game does not find direction.


Written byDewi Wulandari

Puisi "HanyA Penantian"

HanYa PeNantIaN

Ku tahu tak semua mimpi itu indah
Ku tahu hidup itu tak seindah yang kukira
Dan aku sangat tahu, diriku memang tak sempurna
Namun, aku pun harus tahu, bahwa cinta itu ada

Aku mau, semua cerita berakhir indah
Aku mau, semua hariku kan sempurna
Tapi aku juga mau, dia tahu diriku
Aku yang selalu menanti…….
Menanti…. Dan terus menanti…..
Sampai aku tak tahu
Kapan waktuku kan berakhir….

Diriku memang manusia biasa…
Diriku memang manusia tak berguna
Diriku hanyalah orang yang selalu menanti…
Menunggu dirimu, tanpa batas yang pasti…
Dirimu yang membuat ku bingung..

Dirimu yang selalu membuat ku ragu
Dirimu yang selalu kacaukan pikiranku
Dan…. Dirimu juga yang membuat hatiku selalu gelisah….

Dan kini kubiarkan diriku kan terbawa…
Dan kini kubiarkan hatiku terluka
Dan kini kubiarkan kau menyiksaku
Dan kini pula kubiarkan kau terus bawa diriku berlari
Bila kau tahu…. Hatiku rindu akan dirimu…
Bila kau tahu…. Hatiku lelah menanti dirimu…
Bila kau tahu…. Ku ingin terus setia menantimu…
Dan bila kau tahu…. Hanya dirimu yang mampu getarkan kalbuku..